Program Sesuai Permintaan Pedagang Pasar Tradisional

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Pasar tradisional di Bojonegoro, Jawa Timur, telah menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat pedesaan. Pusat transaksi jual beli itu terus berkembang seiring program revitalasi dari Pemkab setempat.

Para pedagang berharap, tempat mereka berjualan bisa bersaing dengan pasar modern. Seperti psupermaket, dan swalayan yang kian menjamur di Bumi Angling Dharma.

Salah satunya Pasar Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Kondisi pasar desa ini sudah lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Banyak perbaikan yang dilakukan pemerintah setempat seperti perbaikan kios depan pasar, dan halaman yang dicor semen.

“Tapi yang diperbaiki dan kelihatan bersih ya yang depan-depan saja, kalau masuk ke dalam jalannya ya masih becek kalau hujan,” kata Murtini, 45, salah satu pedagang pakaian di pasar setempat kepada wartawan, Jumat (02/03/18).

Selain itu, sejumlah fasilitas yang ada juga belum memadai. Di antaranya jalan di dalam pasar masih berupa tanah, lapak pedagang yang berhimpitan satu dengan lainnya.

“Terlihat sempit dan penuh sesak sehingga nampak kumuh,” ucap wanita 45 tahun itu.

Oleh karena itu dirinya mengaku senang jika ada yang memperbaiki pasar ini menjadi bersih, rapi, dan nyaman. Jika itu terjadi dapat menarik pembeli datang, meningkatkan penjualan pedagang.

“Semoga Bupati Bojonegoro terpilih nanti bisa memberikan perubahan bagi pasar tradisional. Jadi bagus lagi, dan lebih luas. Jalannya kalau bisa dibangun lantai,” pungkasnya.

Berbeda lagi dengan pasar Kota Bojonegoro. Selama bertahun-tahun belum ada perbaikan sama sekali dari pemerintah daerah.

Karsini, salah satu pedagang setempat mengaku,  sejak 10 tahun terakhir, belum ada perbaikan atau revitalisasi dari Pemkab Bojonegoro.

“Pernah diperbaiki, tapi hanya satu kali saja. Itupun saya tetap ditarik biaya,” tukas ibu tiga anak ini.

Kondisi pasar Bojonegoro sejak berdiri belasan tahun lalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Baik para pedagangnya, maupun pembeli yang dulunya ramai kini menjadi sepi.

“Kalah dengan supermarket. Apalagi harga kebutuhan pokok juga semakin mahal,” jelasnya.

Sebagai pedagang sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya, Karsini, menyambut baik jika pasar ini bangun menjadi lebih bagus. Tidak seperti sekarang ini, kondisinya sempit, sesak, panas, bau, dan kotor,

“Kalaupun mau diperbaiki ya Alhamdulilah sekali, yang penting gratis,” tandas warga Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro ini.

Dia berharap, Bupati terpilih mendatang mau melihat langsung kondisi para pedagang yang ada di pasar Kota Bojonegoro. Kemudian tergerak hatinya mengubah kondisi pasar menjadi lebih bersih, dan menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

“Yang penting tidak meninggalkan nilai tradisionalnya, tapi juga tidak kalah bagus sama supermarket. Ya gimana itu, mereka yang lebih tahu seharusnya harus seperti apa,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Calon Wakil Bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menyatakan telah menyiapkan program pasar indah dengan penguatan sarana prasarana bagi pasar tradisional yang bersih, rapi, nyaman, dan indah sehingga memiliki potensi wisata sesuai sejarah dan lokasinya.

“Apa yang diinginkan dan diharapkan pedagang telah menjadi program kita lima tahun mendatang,” tegas Pak Mul, sapaan akrabnya.

Program pasar indah, lanjut mantan Sekda Bojonegoro ini, akan diselaraskan dengan desa tematik untuk mengangkat potensi di masing-masing desa. Sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat menjadi lebih tangguh.

“Hasil produksi dari masing-masing desa itu nantinya bisa dijual di pasar,” pungkas Pak Mul yang dalam Pilbup Bojonegoro berpasangan dengan Kader Muslimat NU, Mitroatin. (lis/yud)