Soehadi Moeljono Siapkan Program Perijinan Satu Jam Selesai

oleh

Reporter : Wahyudi

SUARABOJONEGORO.COM – Hadirnya industri migas di Kabupaten Bojonegoro melahirkan semangat warga lokal untuk mendirikan usaha baik berbentuk UD, CV, maupun PT. Mereka bisa menangkap peluang usaha dari kegiatan tersebut maupun industri turunannya.

Seperti yang dilakukan Rahmad Aksan, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Sejak berlangsungnya kegiatan di lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), ia langsung membuat perusahaan agar mendapatkan pekerjaan di proyek tersebut.

Berbagai proses perizinan dia lengkapi agar bisa mengikuti tender. Mulai dari SIUP, TDP, maupun NPWP. Semua proses pengurusan perizinan diperolehnya dengan cepat, dan biaya yang tidak memberatkan karena sesuai aturan.

“Satu minggu sudah jadi, semua izin usaha saya langsung diterbitkan,” tandas Direktur CV Sinergi Bangun Sarana (SBS) ini.

Namun, kemudahan dalam mengurus izin ternyata tidak semudah mendapatkan pekerjaan, termasuk di sektor migas. Banyak persaingan yang menyebabkan pengusaha lokal belum maksimal terlibat di proyek migas.

“Sebagai warga ring satu, kami terus berjuang, karena peluang yang menjanjikan adalah di sektor migas,” tandas Aksan.

Pihaknya berharap, agar pemerintah daerah bisa memberikan rasa nyaman bagi pengusaha lokal maupun investor yang akan menanamkan investasinya di Bojonegoro.

Salah satunya, ikut mengawal keberadaan proyek yang akan berlangsung di Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru.

Memfasilitasi kontraktor lokal dengan pengusaha nasional yang akan melakukan kegiatan di Bojonegoro, timpal Direktur CV Jawa Expres, Hadi saat ditemui terpisah, juga diperlukan agar keterlibatkan pengusaha lokal bisa lebih maksimal.

“Sehingga kami mengetahui kegiatan bidang apa yang akan dilakukan dan peluang apa yang bisa kita tangkap,” sambung warga Ngraho, Kecamatan Gayam itu.

Sesuai data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu Pemkab Bojonegoro, jumlah investasi yang masuk ke Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2017 lalu, sebagian besar dari sektor perdagangan. Kemudian disusul investasi di bidang konstruksi, bidang usaha gedung perumahan, ruko dan gedung perkantoran, supermarket dan supermall.

Tercatat juga investasi bidang usaha perdagangan ada sebanyak 197 unit dengan nilai investasi sebesar Rp 262,5 miliar, bidang konstruksi ada 20 unit usaha dengan investasi Rp 24,2 miliar, bidang gedung perumahan dan ruko senilai Rp 17,2 miliar, sedangkan untuk investasi bidang usaha gedung perkantoran, supermarket dan supermall ada dua unit usaha dengan investasi Rp 2,8 miliar.

Sementara sesuai dengan data realisasi investasi daerah non fasilitas PMA/PMDN tribulan I hingga IV tahun 2017, investasi di bidang pertambangan dan Galian Golongan C, pertanian, perhotelan, losmen, penginapan tidak ada.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah melakukan berbagai upaya untuk menarik investor agar berinvestasi di Bojonegoro. Salah satunya dengan paket kebijakan Pemkab Bojonegoro di bidang investasi yakni insentif investasi.

Kepala bagian humas dan protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto, dalam rilisnya menjelaskan, beberapa hal positif untuk berinvestasi di Bojonegoro seperti adanya komitmen total pemerintah untuk mempermudah para investor dengan didukung keterbukaan penataan ruang (spasial) yang mengarahkan khusus bagi lokasi khusus industri, permukiman, daerah pertanian dan lainnya.

“Sehingga para investor tidak perlu khawatir terkait permasalahan sosial yang didukung oleh ketersediaan lahan, baik dengan membeli maupun dikerjasamakan dengan pemerintah maupun dengan Perhutani,” jelasnya.

Untuk mendukung investasi ini, alon wakil bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menyatakan, kedepan pihaknya akan meningkatkan pelayanan perijinan untuk investasi dan usaha bisnis secara elektronik, yang mudah, sederhana, cepat, dan tepat.

“Kedepan pengurusan perizinan satu jam selesai. Kita akan bantu prosesnya agar lebih cepat,” tegas Pak Mul, sapaan akrab Soehadi Moeljono.

Pihaknya juga akan menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilakukan investor.

“Jika dibutuhkan kita bangun infrastrukturnya dan bantu kebutuhan lahannya,” tegas mantan Sekda Bojonegoro yang sudah 32 tahun mengabdikan diri sebagai PNS di Pemkab Bojonegoro itu.

Menurut Pak Mul, dengan masuknya investor ke Bojonegoro akan membuka peluang kerja, dan usaha bagi masyarakat lokal. Sehingga selain dapat mengurangi pengangguran, juga meningkatkan perokonomian warga.

“Untuk itu kita akan bersinergi bagaimana membuat investor nyaman melakukan kegiatannya, dan masyarakat mendapatkan maanfaatnya,” pungkas cabup yang berpasangan dengan Kader NU, Mitroatin ini. (yud/red)